Akhir Keculunan


Untung saja ada someone yang ingetin posting lagi, udah berapa lama nih blog udah penuh debu, lumut, bahkan air mata?? Wow :p

To the point lah,

2013 :

Masuk ke semester 7, masa2 belajar jadi keren tapi kagak tau arahnya.. Dimulai dari nyokap yang membelikan 2 kemeja lengan panjang bergaris yang gue bener2suka pas makenya, dan ternyata., temen2 pun berkata sama, so.. i like it..

Kebetulan saat itu kerja part time di bagian absensi mahasiswa.. Kebetulan gue jadi Quality Control a.k.a pengawas dan ada cewek yang bikin mata gue fokus, dia adalah petugas yang dimana adalah bawahan gue pastinya..

Tanpa ‘berkaca’, gue mulai berinteraksi meskipun itu dibantu sama temen deket gue, dimulai dari sering sms, ampe kebawa mimpi (padahal baru aja pdkt). Garis besarnya, gue ngerasa klop banget pas sms sama doi, tek toknya teratur… Sampe akhirnya gue berhasil ngajak nonton bareng, makan bareng  hingga….. kau Tau?… neduh bareng karena pas pulang dari nonton hujan deras.

Dari situ, rasa ngarep makin besar, hingga suatu suatu saat gue utarakan perasaan dan menunggu selama 3 hari, dan akhirnya… kau tau??.. DITERIMA..

Seneng bukan main, hanya saja.. itu cuma 3 hari senengnya, sisanya memahami perilaku doi yang tidak biasa, gak mau diajak malem mingguan, gak mau di samper di depan temen2nya, sampe2 pas lagi kerja dibagian itu, gue didiemin dan dia asik ngobrol sama temen2 deketnya..

1 minggu, 2 minggu, 3 minggu, cinta berasa diujung jalan, semakin hari, semakin doi gak hubungin, susah ditelpon, susah diajak ketemu, saat itu temen kasih artikel yang berhubungan dengan dunia relasi / romansa.. Tapi, gue gak peduliin, karena waktu itu gue sempet anggep temen gue itu remehin gue. Tapi setelah dipikir, akhirnya gue baca artikel2 itu, meskipun belum gue ngerti sepenuhnya karena lebih banyak kiasan dan analogi nya

Setelah gue udah paham semuanya, dan berusaha melengkapi kekurangan diri, hubungan gw sama doi makin beku… hingga akhirnya telepon gue direject, sms gak dibales sama sekali, dan.. akhirnya gue minta ketemu langsung untuk bicara, saat bertemu, dia menyampaikan hal kalau doi sudah jenuh, bosan, dan hilang rasa. Dengan hati yang berusaha lapang dan tegar gue lepas doi, terserah mau dia apa..

Beberapa hari kemudian, gue semakin ngerti apa yang salah di gue, first.. penampilan gue, jujur aja, gue males liat muka sendiri pas ngaca, kalo liatpun cuma bilang cakep dalam keadaan terpaksa..

Akhirnya gue repair tuh.. ‘casing’ gue, dari rambut, pakaian, hingga sifat gue (meskipun gue rasa itu kepaksa, dan tetep gue paksa berubah)

Hasilnya.. Liat postingan terbaru setelah ini….

 

 

 

 

Isi Dua


Ini adalah kelanjutan cerita tentang Akhir Keculunan… Bagaimana hasilnya setelah gue pelajarin semua artikel dari temen gue itu..?

Ya… kita liat salah satu tokoh anime ini…

df17bcf236e1fff93be1695c9b53b82e

Artikel itu menyarankan berubah gak hanya diluar, tapi juga dari dalem, dari yang gak terbiasa harus terbiasa, dari yang gak bisa ya harus bisa.. Seolah gue punya 2 karakter yang berbeda.. yang dulu penampilannya biasa banget (bahkan culun), sekarang serba rapi atas-bawah, sebelumnya rambut jabrik gak jelas, pake kaos dan celana apa adanya, sekarang rambut ikutin tren sekarangm dan lebih sering pake kaos berkerah dan kemeja.. Dari penampilan aja, impactnya langsung berasa.. ada beberapa temen yang heran sama gue, itu baru impact dari luar, impact dari dalemnya gue ngerasa nyaman ngomong dimana aja setelah berpakaian seperti itu, sampe pas gue ketemu mantan pun gue bisa basa basi dan menatap dengan santai (meskipun dalem hati mah masih berasa sakitnya). Dan beberapa hari pun temen gue ngasih tau kalo mantan nanya kenapa gue bisa berubah seperti itu.. Terlebih lagi saat part time job gue beralih jadi tutor di lab. kampus, banyak respon positif saat gue ngajar (padahal.. sebelumnya gue paling gugup ngomong di depan umum)… Waktu semakin berlalu,  terkadang ‘Dua Karakter’ itu berdebat mengenai masalah sama mantan, pikiran-pikiran itu ada di postingan Perasaan VS Logika.

Waktu terus berjalan, gue tetep tau siapa gue sebenernya, aslinya seperti apa, dan bagaimana seharusnya

 

Aikido di Bekasi [Part 2]


Lama banget gak ngoprek blog dan posting tentang aikido berikut perkembangan dojonya dibekasi, Maaf kalo ada komen2 yang belum sempat dibalas di Artikel sebelumnya, karena kesibukan yang baru (Kuliah, Kerja, Ngajar :D)

Alhamdulillah dari segala tulisan yang sudah tercurah disini satu persatu jadi kenyataan (Maaf curhat bentar…), All right, kembg ali ke Aikido untuk sahabat aikidoka dimanaopun berada…

Dalam waktu dekat, informasi Dojo Aikido yang maish aktif akan dipernaharui di blog ini, yang pertama akan searching cantik dulu via online, kemudian koordinator masing-masing dojo  akan dihubungi satu per satu ( Rajin bgt yah :p).

Ehem, Dengan niat dan ilmu yang dimiliki, rencananya mau buat website khusus tentang aikido di Indonesia, but, masih rencana, mudah-mudahan kalau ada waktu bisa terealisasi.

nanti artikelnya dilanjutkan, semangat aikidoka, tebarkan cinta, walaupun single (Loh??)

Setelah Menempuh Studi Magister, Kemanakah raga ini ?


Sebuan sudah menjadi dosen, hal-hal baru didapatkan, ada enaknya, plus sama tidak enaknya, karena memang passion, selama ini oke-oke saja menjalaninya, Alhamdulillah, impian menjadi dosen yang sudah diimpikan sejak menempuh S1 ini terwujud :). Setelah lulus S2, jika memungkinkan, jika Allah menghendaki, dan memang jika prosedurnya memungkinkan, ingin trus mengajar di Perguruan Tinggi dan Sekolah Menengah Atas. Meskipun hal ini kurang diterima kedua orang tua, akan terus berusaha mewujudkan impian ini, ingin melihat hasilnya, apakah memang layak menjadi pengajar SMA? Atau Allah SWT punya rencana lain ? Hanya Allah yang maha mengetahui

Lama Studi S2 Tetep 2 Tahun Kok, Why ??


Tahun lalu, gempar berita mengenai masa studi S1 menjadi 5 tahun saja, dan lama studi S2 menjadi minimal 4 tahun. Saya sempat terkejut bahwa lama studi S2 menjadi lebih lama, sehingga mengurungkan niat untuk melanjutkan studi S2. Tak Lama kemudian, turun klarifikasi dari permendikbud yang menjelaskan distribusi SKS, yang dititikberatkan pada penulisan thesis. Sehingga, dalam waktu 2 tahun pun tetap bisa menyelesaikan studi S2. Namun, bobot SKS Tesis yang semula berkisar 6-8 SKS naik menjadi 20 SKS, turut menambah waktu penelitian hingga satu tahun atau lebih. Sehingga Prediksi lulus sekitar 2.5 – 3 tahun.

Mereview Mekanisme Program Fast Track


Fast Track, yaitu alias keren dari program akselerasi  studi yang biasanya diadakan pada jenjang S1 dan S2. Program ini pun umunya sudah disatukan dengan beasiswa, dari kampus, maupun dari pihak beasswa unggulan. Bagi yang punya semangat tinggi untuk belajar dan meneliti, berikut ini terdapat penjelasan dari berbagai bentuk program Fast Track.

1. Program Akselerasi S1

Standar kelulusan S1 rata-rata dalam waktu 4-4.5 tahun. Di program akselerasi, kelulusan dapat ditempuh hanya dalam waktu 3 – 3.5 tahun. Untuk program reguler pun, sudah bisa melakukan ‘akselerasi’ sendiri dengan strategi pengambilan Full SKS tiap semesternya.

2. Join program (Sarjana-Magister)

Progam tersebut dikenal di kampus sendiri, dulu saya pernah mendapat kesempatan mengikuti seleksi program ini yang mempunyai benefit dalam waktu 4.5 tahun akan mendapatkan gelar Sarjana + Magister, dengan komposisi S1 selama 3.5 tahun + S2 selama 1 tahun.

3. Pengambilan SKS S2 saat masa studi S1

Saat masuk ke semester 7 dan semester 8, mahasiswa dapat mengambil mata kuliah wajib S2  jika memenuhi kriteria tertentu (misal IPK / TOEFL memenuhi angka tertentu), sehingga selepas semester 8, mahasiswa hanya mengambil sisa SKS dan fokus mengerjakan tesis dalam waktu 1 tahun.

4. Pure Fast Track Jenjang S2

Tidak seperti point nomor 3. Program ini terpisah dari studi S1, yang dimana setelah lulus S1, mahasiswa memulai studi S2 tanpa matrikulasi. 1 semester berjalan selama kurang lebih 4 bulan. Sehingga lama studi program tersebut berlangsung sekitar 1.5 tahun.

Bagaimana, anda tertarik bukan ?